Rabu, 29 November 2017

Gerakan Pelajar Mengajar PK IPNU IPPNU MA Nurul Huda Medini





Demak – Gerakan Pelajar Mengajar (GMP) merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan KomisariatIPNU IPPNU MA Nurul Huda Medini sebagai wujud kontribusi di bidang pendidikan. Gerakan Pelajar Mengajar mulai dilaksanakan di TPQ Darussholati Wassalam dan Rumah Ngaji di Desa Medini kecamatan Gajah, kabupaten Demak pada tanggal 18 Oktober 2017.

Gerakan Pelajar Mengajar (GMP) bermula ketika di awal bulan Oktober 2017 ada permintaan dari pemilik Rumah Ngaji yaitu Ibu Ni’mah di desa Medini RT 05 RW 01 kepada IPNU IPPNU di MA Nurul Huda Medini untuk dapat membantu kegiatan mengaji anak-anak di Rumah Mengaji. Permintaan tersebut disambut baik oleh rekanita Halimatus Sa’diyah (ketua IPPNU) dan pengurus Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU hingga akhirnya terbentuk “Gerakan Pelajar Mengajar” sejak pertengahan Oktober 2017.

GMP mulai dilaksanakan dan difokuskan di satu desa Medini kecamatan Gajah di Rumah Ngaji dan TPQ Darussholati Wassalam. Rumah Ngaji adalah tempat belajar mengaji yang digagas Ibu Ni’mah yang dilaksanakan setelah sholat Magrib (kecuali malam Jum’at). Rumah ngaji yang terletak di desa Medini RT 05 RW 01 berdiri pada tahun 2013.

TPQ Darussholawati Medini didirikan oleh Kiai Alif Afwan melalui Yayasan Pendidikan Islam Al-Anwar berdiri pada tahun 2011. TPQ ini terletak di Desa Medini RT 07 RW 01. Kiai Alif Afwan selaku ketua yayasan menuturkan bahwa pendirian TPQ ini dilatar belakangi oleh banyaknya anak usia SD yang masih belum bisa membaca dan mengenali huruf hijaiyah. Pembelajaran di TPQ dilakukan setiap hari kecuali hari jum’at pada pukul 14.00 hingga 16.30 WIB.
Melalui bantuan organisasi IPNU IPPNU ini berperan mengawasi dan mengendalikan anak-anak pada saat kegiatan belajar mengajar di TPQ maupun Rumah Ngaji dengan dua kegiatan utama yang ditekankan yang ditekankan dalam’Gerakan Pelajar Mengajar’ :
1.         Pengajaran Al Quran, yaitu mengajari orang lain cara membaca Al-Qur`an yang benar berdasarkan hukum tajwid. Pertama, kemampuan mengenali dan membedakan huruf-huruf alqur’an (huruf hijaiyyah) secara benar. Kedua, kemampuan untuk mengucapkan/ melafalkan kata-kata dalam alqur’an dengan fasih sesuai dengan makhraj.
2.         Pembelajaran tata cara mengerjakan ibadah, yaitu pembelajaran untuk menjalankan ibadah yang sesuai tata cara yang benar menurut agama Islam. Pelaksanaan sholat disesuaikan dengan waktu sholat yang ditentukan.

Pembina Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU MA Nurul Huda Medini juga mendukung program ini, karena ini bagian dari pengaplikasian pembelajaran di MA Nurul Huda Medini untuk di terapkan di masyarakat. Aufa Abqoriyu Zidni selaku ketua IPNU MA Nurul Huda Medini juga sependapat dengan pembina, karena ini akan memperkuat pendidikan agama islam, sarana aktualisasi pemuda atau pelajar.

Dewi Fatimah dan Sarini Nurul Aula selaku pengurus dan relawan sangat setuju program ini, karena banyak nilai positif.
“ Mengikuti GMP adalah salah satu pilihan positif yang saya lakukan. Saya merasakan bahwa mengajar dan berbuat baik itu membahagiakan. Saya memperoleh kesempatan untuk mengeluarkan potensi-potensi saya disini. Melihat perkembangan anak-anak yang mulai bisa membaca, bertemu dengan guru-guru yang memiliki tipe mengajar membuat saya seolah belajar sambil mengajar.” Ucap Dewi. 

 “Selama saya mengikuti gerakan GMP, saya merasa telah memberikan sedikit kemampuan saya untuk hal yang bermanfaat. Oleh sebab itu ada rasa percaya diri yang mulai tumbuh dalam diri untuk melakukan hal-hal lain yang bermanfaat sesuai kemampuan saya.” Ucap Sarini.


PK IPNU IPPNU MA Nurul Huda Medini 2017